Mungkin ini adalah posting telat. Tapi paling tidak saya hanya ingin mengucap syukur atas kelahiran putri saya yang pertama. Ya, saya telah menjadi seorang bapak. Bahagia? Sudah pasti. Lahir di Jember, pada 6 Maret 2014. Jehan Kinanti Aditya. Ya, itulah namanya.
Rabu, 19 Maret 2014
Senin, 13 Januari 2014
9x2 atau 2x9
Ibu Guru membagi hasil ujian
Matematika. Aku terkejut nilaiku hanya 90 dari. Kuperhatikan dengan seksama,
semua jawabanku benar. Aku langsung ke depan meja guru.
“Bu, kok satu jawaban saya
disalahkan? Kan harusnya benar,” ujarku.
“Jawaban kamu memang salah, Nak,”
balas Ibu Guru.
“Coba ibu lihat, 9+9, saya jawab
sama dengan 9x2, dan jawabannya 18. Kok salah?”
“Oh ini yang benar, 9+9 sama dengan
2x9, dan jawabannya memang 18. Tapi kamu menulisnya 9x2.”
“Kan sama saja, Bu,” sanggahku.
“Nak, kamu baru kelas 2 SD, dan
kita baru belajar perkalian sampai angka 2. Belum sampai 9, jelas jawabanmu
salah,” kata Ibu Guru.
Surabaya, 13 Januari 2014
Aditya Prahara
Makan Bareng
Jalanan begitu macet ketika langit sudah gelap ini. Mobilku
sama sekali tak bisa bergerak. Kulihat ada beberapa anak penjual koran mulai
menghampiri mobil yang antri di lampu lalu lintas ini satu per satu. Salah satu
dari mereka menghampiri mobilku. Nasib seorang jomblo, meskipun bermobil, tetap
saja sendiri. Mungkin mereka bisa menghiburku. Kubuka kaca jendela.
“Bang, koran?” tawarnya. Kutaksir ia berusia 10 tahun.
“Hmm, beritanya nggak menarik,” balasku.
“Tolonglah bang. Saya belum makan.”
“Ya sama dong. Saya juga belum makan.”
“Tapi, abang kan punya mobil,” jawabnya.
“Terus? Apa hubungannya?” tanyaku.
“Jual aja mobilnya. Terus kita makan bareng deh,” ujarnya
sambil tersenyum.
Surabaya. 11 Januari 2014
Aditya Prahara
Jumat, 20 Desember 2013
Ia Selalu Bersama Saya
Ia adalah orang yang sangat luar
biasa. Saya rasa tak ada yang berlebihan bila saya mengatakan begitu, karena
memang begitu adanya. Dan saya rasa, memang setiap orang punya pahlawan dalam
setiap hidupnya. Dan ia adalah pahlawan dalam hidup saya.
Sudah 19 tahun saya hidup di planet
urutan ketiga terdekat dengan Matahari setelah Merkurius dan Venus
ini—bebegitulah kata para ahli. Dan ia memang selalu ada di samping saya.
Ketika saya membaca buku, ia ada di samping saya. Ketika saya sedang berdoa, ia
ada ada di samping saya. Tak terkecuali ketika sekadar buang hajat, ia
terngiang di otak saya.
Mula-mula, ia yang mengajari saya
membaca. Sekadar melafalkan A, B, C dan seterusnya, ia mengajarkan kepada saya
untuk mencintai buku. Ia membelikan saya banyak buku atau majalah atau apapun
agar saya bisa membaca. Ia pula yang mengajari saya agar dapat membaca huruf
hijaiyah sehingga saya bisa membaca kitab suci agama saya. Ia juga mengajari
saya berhitung. Ia mengajari saya beberapa Bahasa Inggris dengan kosakata
benda-benda yang ada di sekitar saya. Semua itu ia ajarkan kepada saya ketika
saya masih belum sekolah sampai saya masuk SD.
Kamis, 05 Desember 2013
Bidikan PKL
Minggu lalu saya mengikuti PKL untuk salah satu mata kuliah saya semester ini, Sosiologi Pedesaan. Saya kebagian meneliti di Desa Sebanen untuk tema "Kesejahteraan Petani Tembakau". Karena kemarin sempat ada masalah, maka PKL saya dihentikan. Ini adalah beberapa hasil bidikan saya. Ya, memang kurang menyeluruh untuk mewakili gambaran kehidupan petani.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
