Sabtu, 09 Januari 2016

Raibnya Sila Kelima

Ilustrasi Pancasila
Pagi ini upacara bendera seharusnya berjalan seperti biasanya. Ini masih seperti biasanya kendati terik matahari begitu menyengat kulit kami. Hembusan angin cukup menyegarkan tapi tak menyelamatkan kami dari kejenuhan. Kejenuhan yang terus terpelihara karena upacara bendera tak merasuk ke dalam hati.

Minggu, 27 Desember 2015

Kado Pahit Aaron Ramsey di Boxing Day

Aaron Ramsey (tengah) dan Mesut Ozil (kanan) meratapi kekalahan Arsenal melawan Southampton semalam (26/12/2015). (c) dailymail.co.uk
Setiap Natal dan menjelang tahun baru, hampir seluru kompetisi di Eropa diliburkan untuk menikmati liburan akhir tahun. Namun tidak di Inggris. Tanggal 26 Desember adalah hari sakral nan sibuk bagi publik sepak bola Inggris. Mereka menyambut suka cita akan hadirnya sebuah momen yang sangat spesial. Masih dalam nuansa Natal, Premier League selalu menyajikan pertandingan hanya sehari pasca natal yang biasa disebut Boxing Day.

Selasa, 15 Desember 2015

Harapan Baru Itu Bernama Vardy dan Donnarumma

Gianluigi Donnarumma (kiri) dan Jamie Vardy. (c) Getty Images
Musim 2015/2016 di liga-liga Eropa sudah hampir berjalan separuh. Dan selama separuh musim ini, publik pencinta sepak bola Eropa disuguhkan berbagai hal yang menakjubkan, mulai dari rekor demi rekor yang terpecahkan hingga lahirnya bintang baru.

Rabu, 18 November 2015

Mahasiswa Beda-beda

Ilustrasi (sumber: kesekolah.com)

“Rapi sekali kamarmu, Dit!” pekik seorang temanku ketika masuk kamar kosku.

Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Niat sekali kamu ya,” sambungnya. Ia memandangi tembokku yang dihiasi oleh kertas berisikan banyak catatan. “Revisi. Temui dosen. Baca buku Peter Berger. Niat sekali. Semua tertata.”

“Ya, memang harus begitu. Semua itu memudahkan segala aktifitasku.”

“Kan sekarang sudah ada HP. Bisa dicatat di HP.”

“Ini lebih memudahkanku. Setiap mahasiswa punya cara yang berbeda-beda, Bung.”

“Niat sekali untuk cepat lulus kamu, Dit. Aku saja baru beli flashdisk kemarin,” katanya.

“Cukup membantu untuk tugas itu,” balasku.

“Ah, isi tugas di flashdisk-ku paling cuma 10 persen.”

“Sisanya?”

“Bokep.”


Surabaya, 18 November 2015

Selasa, 17 November 2015

Sampai Di Sini

Ilustrasi Putus Cinta (liputan6.com)

Tadi siang kekasihku mengirim pesan padaku bahwa ia ingin bertemu denganku malam ini, penting katanya. Nampaknya hubungan kami mulai serius. Aku pun bersemangat untuk berjumpa dengan belahan jiwaku. Dua tahun menjalin kasih kami memang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

Aku tiba di tempat yang ditentukannya, dan kulihat ia melambaikan tangan ke arahku. Aku menghampirinya disambut dengan senyum manis di bibirnya. Ingin sekali kucium bibir itu.

“Kau masih mencintaiku?” tanyanya tiba-tiba.

“Tentu saja. Memangnya kenapa?” tanyaku balik.

“Aku sudah tidak. Sampai di sini saja ya kita.”

Aku terkejut mendengarnya.

“Mengapa?”

“Aku sudah mencintai perempuan lagi. Maaf,” jawabnya lugas. Ketampanannya mulai hilang.


Surabaya, 17 November 2015